cuma blog personal

29Aug/112

Masih ada pertanyaan …

taun inipun masih ada pertanyaan "ikut lebaran kapan?" selalu ada setiap taun hal seperti ini, special di indonesia.

kalo pake rukyat, dengan ngeliat hilal di dunia real, .. nggak akan keliatan mata, soalnya jarak tenggelam matahari sama tenggelamnya bulan deket banget. kalo pake hisab, bulan emang udah lebih tinggi dari matahari, tapi belum sampe 2 derajat untuk beberapa metode hisab, dan udah lebih untuk beberapa metode hisab yang laen.

iseng, karena cuma punya desktop, liatnya pake stellarium dan hasilnya adalah, di daerah daerah endonesa, mulai biak sampe aceh, bulan lebih tinggi dari matahari, tapi belum diatas 2 derajat. pertanyaan, kenapa harus 2 derajat? apakah untuk memastikan bulan beneran masih diatas horizon saat matahari udah sempurna tenggelam?

Stellar Image, Mülheim a.d Ruhr

toh pada akhirnya hampir seluruh dunia, kecuali indonesia, menetapkan 1 syawal 1432 H pada hari selasa 30 agustus 2011.

kalo liat gambar diatas, dengan lokasi diambil di kampung bantar gebang (aka Mül(l)heim ) bulan masih dibawahnya matahari. tapi ya tetep aja lebaran ya selasa, 30 agustus 2011 juga. tapi, sekali lagi ini cuma pake stellarium, sebuah software yang nggak disebut di dalem hadist sebagai salah satu patokan :D

masalahnya adalah .. bagaimana pertimbangan pemerintah? dosa jelas ditanggung loh ya kalo ada kesalahan. kenapa koq cuma endonesa yang pake acara lebaran di 2 hari berbeda ? (eh 3 dink .. naqsabandiyah padang dah lebaran hari senen 29 agustus 2011 .. he he he) dan hanya endonesa yang jadi negara pengetok palu hari rabu, 31 agustus 2011 buat lebaran. cuma endonesa yang benar dari seluruh dunia atau ??

selalu terjadi seperti ini. dan anehnya pada hari hari raya yang laen, biasanya tidak ada tuh perbedaan hari. apa dari seluruh metode rukyat dan hisab itu cuma berbeda di 1 syawal dan waktunya kemudian jadi sama lagi kalo dah 1 muharam, sama lagi kalo udah 10 dzulhijjah. apa ada hari yang jam dan menitnya menguap hingga setelah sekian lama semua metode rukyat dan hisab itu jadi sama lagi di waktu yang laen ?

eh iya, sekadar tambahan, KBRI di berbagai negara yang notabene bagian dari pemerintah juga membuka kantornya untuk menampung jamaah lebaran hari selasa ! nah loh .. :)

tapi ya udahlah, biarkanlah itu sebagai pertanyaan, sekarang yang penting selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Filed under: Religi 2 Comments
7Nov/100

jalan yang susah …

ibuku udah tua, tapi dia tetep ingin pergi haji (lagi) taun ini. mungkin ada yang kurang sempurna dengan perjalanan hajinya yang sebelumnya. ntahlah, hanya dia dan tuhan yang tau.

sayangnya, hajinya kali ini secara rutinitas, (aku bilang secara rutinitas, secara rukun dan sebagainya) tidak sempurna karena dia harus mengalami sakit, setelah terjatuh di kamar mandi.

tinggallah dia sementara waktu di rumah sakit, menjalani operasi dan perawatan medis laennya. sampe pada akhirnya saatnya untuk kembali ke  kost alias maktab.

ampuni kami ya allah, sampai disana nggak ada temen atau petugas yang mengatakan sanggup buat nemenin dan ngurusin ibuku. satu sisi pasti dimaklumi, temennya juga kan pergi haji, bukan ngurusin orang laen. nah petugas kesehatan kenapa begitu juga jawabannya ? nggak tau lah, petugas juga jamaah haji yang tugas utamanya menyelesaikan rukun haji atau ada disana untuk ngurus orang sakit, ntah ...

sekali lagi, ampuni kami ya allah, pada akhirnya keluargaku harus bertindak sendiri, mau nggak mau memanfaatkan "kekuasaan" lewat kedutaan. masalah beres. ibuku tertangani dengan baek .. alhamdulillah dan juga astaghfirullah, kenapa solusinya harus dengan jalan seperti itu, jalan yang susah ...

jadi inget cerita seorang jamaah haji, yang pada akhirnya nggak sampai di mekkah karena dia kudu menolong orang laen di perjalanannya. ribuan yang ada di mekkah tak satupun yang menjadi haji mabrur, hanya dia, yang menolong dan nggak sampe di mekkah yang mendapatkannya.

semoga menjadi pelajaran buat aku, buat keluargaku dan buat siapa aja yang mau mengambilnya sebagai pelajaran.

doaku selalu untukmu ibuku tersayang ...  semoga ibu dan semua jamaah haji disana mendapat ridho dari allah dan mampu meraih haji yang mabrur, amiin.

Filed under: Religi No Comments
10Aug/100

Lagi .. ?

Lah .. udah puasa (lagi) aja .. selamat berpuasa deh postingan juga dipuasakan aja, nggak usah banyak banyak :p   (alesan, emang nggak rajin nulis)

Filed under: Religi No Comments
21Sep/090

Lal.. Hilal .. Kamu Dimana ??

## Perbedaan kemampuan penafsiran, jadi awal semuanya.  Kalo nurut aku sih, sesuai namanya, para alim ulama mestinya punya ilmu yang buanyak, bukan hanya hafal qur'an dengan tambahan nahu saraf dan seterusnya. Tapi juga ilmu lainnya, yang mendukung kemampuan penafsiran dan pemahaman. Islam kan ajaran yang sangat lengkap, dari segala aspek. Jadi ilmunya kudu lengkap juga lah agar bisa memahaminya dengan baik ##


Diambil dari detik.com .. mungkin bisa dijadikan referensi tambahan. Semoga berguna

Mengawali dari Definisi

Sebenarnya tidak ada perbedaan pendapat tentang  landasan penetapan awal ramadan dan Idul Fitri yaitu , "Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah (berlebaran) karena melihat hilal. Bila tidak  terlihat hilal, sempurnakanlah bilangan Sya'ban atau Ramadan hingga tiga puluh," (HR. Muslim).

Masalah timbul karena kekeliruan pemahaman, yaitu anggapan bahwa hilal adalah bulan, padahal bukan. Hilal yang bentuknya menyerupai sabit di ufuk barat saat matahari terbenam pada setiap awal bulan adalah kenampakan bulan. Jadi, bukan 'bulannya'. Hilal itu, fenomena cahaya, refleksi sinar matahari oleh bulan. Eksitensi hilal bergantung pada ada tidaknya cahaya, sedangkan  bulan tidak. Hilal sesuatu  yang menempel pada bulan.

Hilal adalah salah satu fase bulan (moon phase), yaitu fase terkecil. Fase bulan membawa banyak informasi, selain sebagai tanda waktu juga memuat informasi letak matahari setelah terbenam. Mengamati fase bulan, kita dapat membayangkan letak planet bumi di jagad raya. Fase bulan juga dapat berfungsi sebagai penunjuk arah, termasuk  arah kiblat.

Kekeliruan memaknai hilal dari hadis di atas menjadi akar perbedaan selama ini. Secara astronomis, penentuan posisi bulan dengat tepat memang dimungkinkan. Itu sebabnya sebagian umat Islam  percaya pada perhitungan (hisab), Patut dipahami, faktor ini tidak cukup (insufficient) sebab posisi bulan hanya salah satu  variabel kenampakan hilal. Variabel lain yaitu sudut elongasi bulan-matahari dan usia bulan setelah konjungsi (ijtimak) tetap harus diperhitungkan.

Sesungguhnya Al Quran memberi definisi akurat tentang hilal, yaitu dalam ayat berikut:"Mereka bertanya kepadamu tentang hilal. Katakanlah hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan ibadah haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakngnya. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung," (QS 2:189).

Definisi fungsional ini menyebut hilal sebagai tanda waktu. Hal ini jelas sebab hilal muncul sekali sebulan. Logika umum, yang disebut tanda biasanya ada gambar berupa lambang. Dengan kata lain ada kenampakan (visibility).

Kuantisasi kenampakan hilal yang hanya memperhitungkan posisi jelas tidak memadai (inadequate), terlebih jika  kategorinya ekstrem misalnya menganggap kelahiran bulan baru adalah kapan saja setelah konjungsi. Akumulasi pengamatan sejauh ini mengungkapkan bahwa  hilal dapat teramati (visible) jika posisi bulan berada pada kisaran minimal dua derajat di atas ufuk saat Magrib

Aspek lain yang patut dicermati adalah letak ayat ini serumpun dengat ayat-ayat puasa. Ini mengisyaratkan bahwa hilal memang tidak terpisahkan dengan penentuan awal bulan (Ramadan) sekaligus Ied Alfitri sebagaimana juga ditekankan oleh Nabi melalui hadis di atas.

Penekanan agar tidak keliru mendefinisikan hilal masih berlanjut pada bagian berikutnya  yaitu: "Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."

Sepintas, bagian ayat ini seolah keluar dari konteks sebab tidak terkait langsung dengan topik utama, yaitu hilal. Gaya bahasa Al Quran memang sangat indah, tinggi sekaligus diperuntukkan bagi kaum yang suka berfikir (ulil albab). Secara umum, bagian ini mengandung pesan  bahwa dalam membahas sesuatu harus dari 'pintu masuknya'.  Bukankah definisi merupakan awal dari perbincangan tentang ilmu? Allah SWT mengajari Adam AS tentang nama-nama juga terkait langsung dengan definisi.

Dari Definisi ke Jalan Tengah, ke Jalan Syariah

Akar perbedaan penentuan awal bulan, termasuk Ied Alfitri bukan karena perbedaan metode, tapi perbedaan menetapkan definisi. Rukyat adalah pengamatan (observasi) sedangkan hisab adalah perhitungan. Metodologi berbeda tidak masalah jika dipakai di atas definisi yang sama. Rukyat dan hisab bukan hal yang bertentangan.

Ada upaya kuantisasi hilal yang secara ilmiah cukup representatif yaitu yang disebut 'Imkan Arrukyat'. Visibilitas hilal melalui cara ini memperhitungkan faktor tambahan selain posisi. Metoda gabungan ini merupakan solusi jika definisi hilal yang  benar dipakai.

Meskipun demikian, karena fenomena hilal tidak bersifat deterministik melainkan stokastik bahkan bersifat kuantum, maka tetap diperlukan observasi. Observasi sebagai keharusan syariah adalah  unsur utama metoda ilmiah. Ilmu pengetahuan berkembang melalui jalinan erat antara teori dan  observasi.

Jalan tengah cukup memadai untuk menghindari hari raya ganda, namun solusi akhir adalah kembali ke syariah, yaitu rukyat.

Perhitungan dapat saja dilakukan, tetapi bukan keharusan sebab posisi kemunculan hilal di ufuk barat sudah dapat diprediksi melalui pengamatan bulan saat terbit di ufuk timur pada beberapa hari menjelang akhir bulan.  Tindak lanjutnya, pemerintah perlu mewadahi pembangunan station pengamatan hilal di tempat-tempat strategis, dan ini tidak sulit. Jumlah station yang tersebar dari utara ke selatan pada satu koordinat garis bujur harus memadai.

Begitu hilal teramati di suatu station, maka harus di informasikan ke station wilayah Barat, bukan wilayah Timur. Dalam analogi, pesan seolah berbunyi "Kereta sudah berangkat dari station A, Insya Allah akan tiba di station B satu jam kemudian."

Dengan demikian,  masalah perbadaan penetapan awal bulan terpecahkan. Implementasi di lapangan tinggal selangkah, yaitu kesiapan  membuka diri. Jika tidak, hari raya ganda akan tetap langgeng padahal kita semua merindukan satu hari raya.

Filed under: Religi No Comments
18Sep/090

Selamat Glückwunsch Happy

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah ;

oder Herzlichen Glückwunsch zum Fest des Fastenbrechens 1430 Hijri ;

or Happy Eid Mubarak 1430 Hijri


Apa sih Idul Fitri ?

Merupakan penanda berakhirnya bulan suci ramadhan. Bentuk syukur atas keberhasilan melewati bulan suci ramadhan. Hari ini bener bener murni terjadi karena spirit rohaniah keagamaan, nggak ada sama sekali korelasinya sama peristiwa sejarah apapun. Jadi bener bener merupakan hari penghargaan untuk orang orang yang berhasil menjalankan perintah Allah swt, berpuasa sebulan penuh di bulan ramadhan.

## Jadi kayaknya yang nggak puasa hmm ... (nggak ) boleh ikutan lebaran he he he


Kenapa Koq Perlu Dirayakan ?

Apakah Idul Fitri sebagai penanda kesenangan atas selesainya bulan ramadhan ? Bukan, tapi sebaliknya.

"It is a celebration of thanks to Allah for giving us the chance and the strength to carry out His commands in the blessed month. We are happy that we were able to fast and pray in Ramadhan, and have hopefully increased in taqwa (God-consciousness), the goal of fasting"

dan katanya Ali bin Abi Thalib a.s.

"Hari besar ini adalah hari bagi orang orang yang puasanya diterima dan ibadahnya diperhitungkan oleh Allah. Dan setiap hari akan jadi hari besar bagi orang orang yang tidak menentang aturan Allah"

## Jadi kayaknya walaupun udah puasa total, tapi abis lebaran balik lagi kayak sebelum puasa  .. juga (nggak) boleh ikutan lebaran he he he


Bagaimana Merayakannya ?

"The conception of Eid in Islam is not confined only to celebration extravagance, luxurious feasts, friendly handshakes and embraces. The Muslims should rather devote this day to the worship of God and should beseech Him to approve their virtuous deeds and forgive their sins. This is because the doors of God’s pardon are kept open this day and His Blessings are bountiful"

"The day of Eid is meant for remembering Allah. The Holy Prophet (SAW) says: Give beauty to your Eid by doing takbir”. It is said that the Prophet (SAW) himself used to come out of his home on the day of Eid, reciitng the takbir and glorifying Allah in a loud voice"

terakhir,  Taqobbalallahu Minna Waminkum

29Aug/092

Pengingat Lagi

-- cutted and edited --

Puluhan ribu orang meninggal dunia dan diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan :

1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya

2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.

3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini
mampu melaksanakannya.

Kepada semua ummat muslim di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT dengan :

1. Bershalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.

2. Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 (lima) waktu.

3. Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.

4. Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan
segera ibadah haji.

Filed under: Religi 2 Comments
19May/091

Pengingat – Dari Milist Sebelah

Timbang di forward lagi dapet lagi di forward lagi :D sepertinya lebih baek dia ada disebuah tempat .. disinilah dan OK, dimulai dari sini :

--cutted--

Assalamu alaikum wR.wB
Hanya Ingin Saling Mengingatkan, Semoga Bermanfaat....


# 01 Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima Kali ...

1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.

2. Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu solat malam.

3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.

4. Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.

5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan "Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat jawaban kepadanya.


#02 Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya

1. Dunia itu racun,zuhud itu obatnya.

2. Harta itu racun,zakat itu obatnya.

3. Perkataan yang sia-sia itu racun,zikir itu obatnya.

4. Seluruh umur itu racun,taat itu obatnya.

5. Seluruh tahun itu racun,Ramadhan itu obatnya.


#03 Empat hal sebagai Ibu

1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.

2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.

3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BERBUAT DOSA.

4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.

#04 Tentang (orang yang) Tidak Sholat

1.Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar.

2.Dzuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya.

3.Ashar : Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan.

4.Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.

5.Isya : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

--cutted--

kira kira begitulah pesan yang ingin disampaikan, ....

Filed under: Religi 1 Comment
13Jan/091

Berita dari Masjid Nabawi

Hari ini, aku dapet lagi email tentang berita penting dari seorang penjaga makam rasulullah saw di madinah. Seingatku sih, udah beberapa kali aku mendapatkan email serupa. Paling sering dapetnya dari milist, he he he.

Bukan apa apa sebenarnya. Cuman, disamping fungsi "dakwah" nya yang membawa ke kebaikan, sepertinya yang menerima email ini merasa "berat" banget. Kenapa ?

OK, coba dicek, email seperti ini selalu disertai dengan cerita "tambahan" para pengirim atau penerimanya yang pada intinya berisi "kesusahan" jika tidak diteruskan lagi. Mulailah berita yang sangat baik ini menjadi "bola api" yang harus segera dikirimkan kepada orang laen, biar tugas saya selesai, dan hidup saya nyaman. Duh.. padahal dakwah itu selalu baik, buat yang ber- ataupun yang di-i.

Nah karena "kondisi" ini kemudian, para penerima email akan segera mem-forward email itu kepada siapa saja, atau bahkan melalui cara instant, send to all milist. Well sampe disini mungkin kita akan berpikir sederhana saja.

Tapi ntar dulu. coba inget kembali, sekali lagi, dakwah itu baik, tujuannya juga untuk kebaikan, pasti orang yang menerima atau mendengar akan senang, karena diingatkan kembali akan apa yang telah dan selalu dia percaya selama ini. Tapi kalo udah ngirim email karena terpaksa, atau takut susah. Apakah tidak salah, sebuah email religi bisa menyusahkan hidup seseorang ?

Terus, jika semua orang yang menerima ini melakukan "random forwarding" ke segala arah. Orang-orang di Internet pada akhirnya akan mengatakan ini email "sampah" .. padahal email ini berisi kebaikan. Tidak sesuai dengan fungsi dakwahnya, karena orang yang mengirimkannya melakukannya secara "serabutan" tanpa melihat lagi kepada siapa email ini seharusnya dikirimkan.

Kemudian kalo ketauan sama orang-orang pakar TI yang mencoba menunjukkan rasa nasionalisnya, misalnya di Indonesia siapa yah ha ha ha ha.... ntar dikait-kaitkan dengan devisa negara deh. Ini berita bolak-balik terus, apakah kalian nggak ngerti, bahwa setiap akses yang kita lakukan ke luar negeri itu berarti telah membuang devisa negara. Lah ini berita yang sama dikirim berulang-ulang .. bikin bangkrut negara aja .. ke ke ke ke makin jauh dah dari tujuan aslinya.

Terus lagi ...

Hmm .. udah ahh .. nulis gini terus, belajar aja nggak selesai-selesai ... :D

Yang penting, buat temen-temen yang muslim, jangan lupa rajin-rajinlah sholat dan jalankan amal-kebaikan lainnya sesering mungkin. Allah SWT menyertai kita semua, Insya Allah. Amin

Uppss ... hampir aja aku nggak sholat maghrib .. bentar lagi isya' nih ... ha ha ha ha ha. Wahh perlu belajar media, cara dan waktu berdakwah yang baek neeh.

Filed under: Religi 1 Comment
23Dec/081

Nggak pake judul …

Ya Allah, Ya Rabbi, Ya Karim. Berikanlah aku kekuatan, kesehatan, dan keselamatan lahir dan bathin. Bantulah aku untuk menyelesaikan kuliahku di Duisburg dengan sebaik-baiknya. Dan jadikanlah ilmu yang aku dapatkan sebagai ilmu yang bermanfaat. Amin

Filed under: Religi 1 Comment
6Sep/083

Evaluasi Diri

Adalah sebuah kata yang dikenal banget ke ke ke .. apalagi kalo jadi bagian dari UB, bagian dari Ilkom atau bagian dari UPPTI :) .. kata ini kayaknya lagi jadi sumber masalah trend. Tapi pernah kebayang nggak kalo sebutannya kemudian berubah menjadi Muhassabah dan konteksnya diganti .. berkaitan dengan diri sendiri ?

Saya merasa beruntung ikutan tarawih di masjid ramadhan yang di hari pertama puasa, bahkan dilanjutkan lagi di kuliah subuh dan hari puasa berikutnya, membahas muhassabah ini. Hee .. ini sebuah pencerahan yang bagus untuk melakoni 30 hari ramadhan

Berangkat dengan sebuah pertanyaan sederhana, mau ngapain aja sih di bulan ramadhan ini ? puasa, banyak beristighfar, banyak beribadah ? OK .. itu baek .. tapi emang tujuannya semua itu terus apa ? takut sama Allah ? pengen masuk surga ? nggak berani nyemplung neraka ?

Jadinya inget alkisah tentang doa nya Abu Nawas ..

"Wahai Tuhan, aku tak pantas masuk ke SurgaMu, tapi aku juga tak sanggup tinggal di NerakaMu"

plus juga lagunya Once ..

"Bila Surga dan Neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepadaNya"

Intinya sih kemudian, mumpung ini di awal ramadhan, sebelum lebih jauh lagi kita berjalan. Mari kita perbaiki niat ibadah kita mulai saaat ini dan seterusnya. Bahwa tujuan ibadah kita cuma satu, menggapai ridho Allah semata. Biarkanlah pahala dan dosa itu sebagai sebuah rahasia Allah yang pada saatnya nanti akan disampaikan seadil-adilnya kepada kita. Biarkan surga dan neraka itu menunggu dan memperebutkan kita. Nggak usah dipermasalahkan dulu deh sekarang ini. Yang penting, sekali lagi, cari ridho Allah, semoga ntar diakhir segalanya kita bisa ketemu denganNya. Amin.

Filed under: Religi 3 Comments