cuma blog personal

28Sep/091

Nicht Bestanden

Nicht bestanden .. nicht bestanden .. nicht bestanden .. nicht bestanden .. nicht bestanden .. nicht bestanden .. Hiks sedihnya, semester ini aku ada yang nggak lulus .. Mein Got !!! .. Kesedihan tanpa alasan di awal bulan ini terjawab sudah :((

Filed under: Dan Lain Lain 1 Comment
21Sep/090

Lal.. Hilal .. Kamu Dimana ??

## Perbedaan kemampuan penafsiran, jadi awal semuanya.  Kalo nurut aku sih, sesuai namanya, para alim ulama mestinya punya ilmu yang buanyak, bukan hanya hafal qur'an dengan tambahan nahu saraf dan seterusnya. Tapi juga ilmu lainnya, yang mendukung kemampuan penafsiran dan pemahaman. Islam kan ajaran yang sangat lengkap, dari segala aspek. Jadi ilmunya kudu lengkap juga lah agar bisa memahaminya dengan baik ##


Diambil dari detik.com .. mungkin bisa dijadikan referensi tambahan. Semoga berguna

Mengawali dari Definisi

Sebenarnya tidak ada perbedaan pendapat tentang  landasan penetapan awal ramadan dan Idul Fitri yaitu , "Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah (berlebaran) karena melihat hilal. Bila tidak  terlihat hilal, sempurnakanlah bilangan Sya'ban atau Ramadan hingga tiga puluh," (HR. Muslim).

Masalah timbul karena kekeliruan pemahaman, yaitu anggapan bahwa hilal adalah bulan, padahal bukan. Hilal yang bentuknya menyerupai sabit di ufuk barat saat matahari terbenam pada setiap awal bulan adalah kenampakan bulan. Jadi, bukan 'bulannya'. Hilal itu, fenomena cahaya, refleksi sinar matahari oleh bulan. Eksitensi hilal bergantung pada ada tidaknya cahaya, sedangkan  bulan tidak. Hilal sesuatu  yang menempel pada bulan.

Hilal adalah salah satu fase bulan (moon phase), yaitu fase terkecil. Fase bulan membawa banyak informasi, selain sebagai tanda waktu juga memuat informasi letak matahari setelah terbenam. Mengamati fase bulan, kita dapat membayangkan letak planet bumi di jagad raya. Fase bulan juga dapat berfungsi sebagai penunjuk arah, termasuk  arah kiblat.

Kekeliruan memaknai hilal dari hadis di atas menjadi akar perbedaan selama ini. Secara astronomis, penentuan posisi bulan dengat tepat memang dimungkinkan. Itu sebabnya sebagian umat Islam  percaya pada perhitungan (hisab), Patut dipahami, faktor ini tidak cukup (insufficient) sebab posisi bulan hanya salah satu  variabel kenampakan hilal. Variabel lain yaitu sudut elongasi bulan-matahari dan usia bulan setelah konjungsi (ijtimak) tetap harus diperhitungkan.

Sesungguhnya Al Quran memberi definisi akurat tentang hilal, yaitu dalam ayat berikut:"Mereka bertanya kepadamu tentang hilal. Katakanlah hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan ibadah haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakngnya. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung," (QS 2:189).

Definisi fungsional ini menyebut hilal sebagai tanda waktu. Hal ini jelas sebab hilal muncul sekali sebulan. Logika umum, yang disebut tanda biasanya ada gambar berupa lambang. Dengan kata lain ada kenampakan (visibility).

Kuantisasi kenampakan hilal yang hanya memperhitungkan posisi jelas tidak memadai (inadequate), terlebih jika  kategorinya ekstrem misalnya menganggap kelahiran bulan baru adalah kapan saja setelah konjungsi. Akumulasi pengamatan sejauh ini mengungkapkan bahwa  hilal dapat teramati (visible) jika posisi bulan berada pada kisaran minimal dua derajat di atas ufuk saat Magrib

Aspek lain yang patut dicermati adalah letak ayat ini serumpun dengat ayat-ayat puasa. Ini mengisyaratkan bahwa hilal memang tidak terpisahkan dengan penentuan awal bulan (Ramadan) sekaligus Ied Alfitri sebagaimana juga ditekankan oleh Nabi melalui hadis di atas.

Penekanan agar tidak keliru mendefinisikan hilal masih berlanjut pada bagian berikutnya  yaitu: "Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."

Sepintas, bagian ayat ini seolah keluar dari konteks sebab tidak terkait langsung dengan topik utama, yaitu hilal. Gaya bahasa Al Quran memang sangat indah, tinggi sekaligus diperuntukkan bagi kaum yang suka berfikir (ulil albab). Secara umum, bagian ini mengandung pesan  bahwa dalam membahas sesuatu harus dari 'pintu masuknya'.  Bukankah definisi merupakan awal dari perbincangan tentang ilmu? Allah SWT mengajari Adam AS tentang nama-nama juga terkait langsung dengan definisi.

Dari Definisi ke Jalan Tengah, ke Jalan Syariah

Akar perbedaan penentuan awal bulan, termasuk Ied Alfitri bukan karena perbedaan metode, tapi perbedaan menetapkan definisi. Rukyat adalah pengamatan (observasi) sedangkan hisab adalah perhitungan. Metodologi berbeda tidak masalah jika dipakai di atas definisi yang sama. Rukyat dan hisab bukan hal yang bertentangan.

Ada upaya kuantisasi hilal yang secara ilmiah cukup representatif yaitu yang disebut 'Imkan Arrukyat'. Visibilitas hilal melalui cara ini memperhitungkan faktor tambahan selain posisi. Metoda gabungan ini merupakan solusi jika definisi hilal yang  benar dipakai.

Meskipun demikian, karena fenomena hilal tidak bersifat deterministik melainkan stokastik bahkan bersifat kuantum, maka tetap diperlukan observasi. Observasi sebagai keharusan syariah adalah  unsur utama metoda ilmiah. Ilmu pengetahuan berkembang melalui jalinan erat antara teori dan  observasi.

Jalan tengah cukup memadai untuk menghindari hari raya ganda, namun solusi akhir adalah kembali ke syariah, yaitu rukyat.

Perhitungan dapat saja dilakukan, tetapi bukan keharusan sebab posisi kemunculan hilal di ufuk barat sudah dapat diprediksi melalui pengamatan bulan saat terbit di ufuk timur pada beberapa hari menjelang akhir bulan.  Tindak lanjutnya, pemerintah perlu mewadahi pembangunan station pengamatan hilal di tempat-tempat strategis, dan ini tidak sulit. Jumlah station yang tersebar dari utara ke selatan pada satu koordinat garis bujur harus memadai.

Begitu hilal teramati di suatu station, maka harus di informasikan ke station wilayah Barat, bukan wilayah Timur. Dalam analogi, pesan seolah berbunyi "Kereta sudah berangkat dari station A, Insya Allah akan tiba di station B satu jam kemudian."

Dengan demikian,  masalah perbadaan penetapan awal bulan terpecahkan. Implementasi di lapangan tinggal selangkah, yaitu kesiapan  membuka diri. Jika tidak, hari raya ganda akan tetap langgeng padahal kita semua merindukan satu hari raya.

Filed under: Religi No Comments
18Sep/090

Selamat Glückwunsch Happy

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah ;

oder Herzlichen Glückwunsch zum Fest des Fastenbrechens 1430 Hijri ;

or Happy Eid Mubarak 1430 Hijri


Apa sih Idul Fitri ?

Merupakan penanda berakhirnya bulan suci ramadhan. Bentuk syukur atas keberhasilan melewati bulan suci ramadhan. Hari ini bener bener murni terjadi karena spirit rohaniah keagamaan, nggak ada sama sekali korelasinya sama peristiwa sejarah apapun. Jadi bener bener merupakan hari penghargaan untuk orang orang yang berhasil menjalankan perintah Allah swt, berpuasa sebulan penuh di bulan ramadhan.

## Jadi kayaknya yang nggak puasa hmm ... (nggak ) boleh ikutan lebaran he he he


Kenapa Koq Perlu Dirayakan ?

Apakah Idul Fitri sebagai penanda kesenangan atas selesainya bulan ramadhan ? Bukan, tapi sebaliknya.

"It is a celebration of thanks to Allah for giving us the chance and the strength to carry out His commands in the blessed month. We are happy that we were able to fast and pray in Ramadhan, and have hopefully increased in taqwa (God-consciousness), the goal of fasting"

dan katanya Ali bin Abi Thalib a.s.

"Hari besar ini adalah hari bagi orang orang yang puasanya diterima dan ibadahnya diperhitungkan oleh Allah. Dan setiap hari akan jadi hari besar bagi orang orang yang tidak menentang aturan Allah"

## Jadi kayaknya walaupun udah puasa total, tapi abis lebaran balik lagi kayak sebelum puasa  .. juga (nggak) boleh ikutan lebaran he he he


Bagaimana Merayakannya ?

"The conception of Eid in Islam is not confined only to celebration extravagance, luxurious feasts, friendly handshakes and embraces. The Muslims should rather devote this day to the worship of God and should beseech Him to approve their virtuous deeds and forgive their sins. This is because the doors of God’s pardon are kept open this day and His Blessings are bountiful"

"The day of Eid is meant for remembering Allah. The Holy Prophet (SAW) says: Give beauty to your Eid by doing takbir”. It is said that the Prophet (SAW) himself used to come out of his home on the day of Eid, reciitng the takbir and glorifying Allah in a loud voice"

terakhir,  Taqobbalallahu Minna Waminkum

1Sep/090

Koq

berasa sedih ? kenapa ya ? ... :(

Filed under: Dan Lain Lain No Comments