cuma blog personal

3Jul/084

Asap Rokok Jadi Obat ??

Sekitar satu bulan ini, filter rokok selalu saya gantikan dengan filter laen yang sudah dicampur dengan berbagai model asam amino, yang kalo kata peneliti dan pengembangnya, Prof. Sutiman B. Soemitro,  bisa jadi obat untuk berbagai macam penyakit, termasuk diabet, kanker dan stroke .. woww

Nah, kebetulan tanggal 1 kemaren saya berkesempatan untuk ke rumah beliau. Jadilah cerita panjang tentang filter obat ini jadi topik utama

Dateng, diterima sama istri beliau, dan … he he he pertanyaan pertama adalah, “mas nya nge-rokok?, pake rokok apa?”  beberapa saat kemudian beliau mengambil satu kotak plastik lumayan besar. Di dalamnya ternyata sudah tersedia filter-filter rokok yang sudah diberikan berbagai “sentuhan” asam amino plus beberapa rokok dengan filter yang sudah “diproses”. Saya baru tau kalo ternyata, tipe filter disitu banyak sekali, kalo diitung, macemnya sampe nomor 21. Dan ada lagi, ternyata tidak sekedar filter, bahkan tembakaunya pun diberikan sentuhan yang sama. Nah rokok yang terakhir ini bisa digunakan untuk “mengasapi” orang laen, lewat kuping, lewat hidung atau bahkan lewat mulut .. tapi pake selang ya .. jadi jangan dibayangin kayak mbantu orang yang abis tenggelam gitu )

Setelah beberapa saat, barulah beliaunya keluar. Dari cerita, ternyata beliau hari itu capek sekali dan mulai merasa akan sakit. Sebelum semuanya berlanjut, beliau minta tolong untuk dibalur. Balurannya, nah ini dia, model obat yang laennya lagi, pake kopi. Nggak tau, tapi kayaknya kopi ini juga sudah “terkontaminasi” dengan sesuatu. Yang menarik bukan pada fungsi pengobatannya, tapi cara pengobatan yang dilakukan. Tidur langsung bersentuhan dengan bumi, alias di lantai. Dan arah menggosoknya nih, mengikuti konsep gaya lorentz, korelasi antara medan magnetik dan arus listrik. Dengan telapak tangan yang sudah dilumuri cairan kopi, badan digosok memutar berlawanan arah dengan jarum jam. Karena kalo ngikut gaya lorentz itu, kalo yang diinginkan adalah memasukkan “obat” maka arah putarnya berlawanan dengan arah jarum jam. Begitu juga sebaliknya, ngeluarin “racun” artinya putarnya searah jarum jam.

Kedua model pengobatan ini berangkat dari konsep atom. Bahwa setiap atom, penyusun unsur dan senyawa, memiliki proton, neutron dan elektron. Dengan mengetahui perilaku dan posisi masing masing komponen  ini, perilaku dari setiap atom yang membangun sebuah “benda” dapat diketahui dengan baik.

Tapi dari sini, beliau dengan tegas menyatakan, mengetahui unsur pendukung dari sebuah “benda” bukan berarti akan secara langsung merepresentasikan sifat dari dan benda itu sendiri. Beliau ngasih contohnya gini, kenapa asap  rokok dikatakan menimbulkan berbagai macam penyakit ? Karena yang ditinjau adalah unsur-unsur pembentuknya. Diliat dari nikotin, diliat dari tar, diliat dari kertas dan seterusnya. Padahal hampir setiap unsur itu baru berfungsi kalo udah bergabung dengan unsur yang lain. Dan beliau juga mengatakan, pernyataan “dapat menimbulkan kanker, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” itu ditetapkan berdasarkan “statistik” alias probabilitas. Padahal, proses penciptaan (benda apapun, termasuk penyakit) itu bukan sebuah probabilitas, tapi sebuah kepastian.

Contoh laen yang disebutkan beliau adalah kursi. Kita kan nggak bisa memutuskan kursi itu adalah kayu, kursi itu adalah kain oscar, kita juga nggak bisa memutuskan kursi itu adalah besi atau spons. Kursi itu dikatakan sebagai kursi karena komponen pendukungnya, secara keseluruhan dan tergabung (unity), memungkinkan dia disebut sebagai kursi. Dari sini kemudian kembali lagi ke rokok, gimana mungkin asep rokok dikatakan menimbulkan penyakit hanya karena ada unsur nikotinnya, ada unsur tarnya, dan seterusnya. Mestinyakan asep rokok secara keseluruhan itu yang diujikan, apakah menimbulkan penyakit atau tidak.

Hmm saya sekarang berada diantara “sedikit ngerti” dan “pusing” walaupun saya lebih cenderung ke keadaan percaya. Percayanya bukan semata-mata karena yang ngejelasin seorang profesor, karena bukti ilmiah yang diberikan itu bisa saya terima, menurut logika saya.

OK deh, apapun itu, pandangan dan pertimbangan bisa berbeda. Tapi saya udah punya tiga varian filter yang sesuai untuk saya, dan kopi yang bisa saya gosokkan untuk jadi obat. Ah .. masak seeh ?!?!?! D

Filed under: Kesehatan 4 Comments